REALISASI PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF
RELASI PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL DALAM
PERSPEKTIF
MANSOUR FAKIH
bahwa, Mansour dalam konstruksi teoritis dalam pendidikan memiliki dua
rujukan; Pertama teori-teori pendidikan, khususnya teori-teori pendidikan
orang dewasa dan pendidikan kritis.
mengambil inspirasi dari teori pendidikan yang dikembangkan oleh aliran
pendidikan kritis.Secara spesifik, Mansour banyak diiihami oleh teori-teori
pendidikan kritis dari Paulo Freire. Kedua, pengalamannya dalam
keterlibatan langsung melakukan kegiatan pendampingan dan advokasi
masyarakat yang termarginalkan. Pengalaman ini membuat Mansour
mengambil sikap untuk keterpihakan dalam membela kaum kelas bawah
ataü masyarakat yang tertindas. Dan lebih parah lagi, pendidikan tidak
berorientasi pada proses penyikapan terhadap masalah-masalah sosial,
akan tetapi lebih mengarah kepada pentransferan ilmu pengetahuan
(knowledge) dan teori-teori. Pendidikan tidak mengarahkan dan
mengajarkan peserta didik akan kesadaran dari ketertindasan akan tetapi
lebih mengarah kepada pembodohan dan pelanggengan terhadap
penindasan yang dilakukan oleh struktural.
Dalam hal ini Mansour banyak
Untuk itu, dalam mendorong proses belajar mengajar agar menjad
peka terhadap persolan ketidakadilan sosial yang terkait dengan
globalisasi, maka dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar secard
otonom menjadi penting untuk menentukan visi dan misi pendidikan yaug
sesuai dengan perkembangan formasi sosial dan perkembangan perubana
sosila masyarakat, keterpihakan dalam proses ketidakadilan sosial, Sc
bagaimana menerjemahkannya dalam metodologi penyelenggaraan pro
belajar mengajar dalam pendidikan baik formal maupun informal. Metodc
dan teknik hadap masalah' menjadi salah satu kegiatan yang straleg
untuk merespon sistem dan diskursus dominan.' Pendidikan adalah sebuah
ikhtiar yang bisa menyadarkan seseorang dari ketertindasan dan
ketidakadilan baik yang dilakukan oleh struktural maupun yang dilakukan
oleh kultural.
Kalau kita cermati lebih mendalam, permasal ahan sosial yang terjadi
dalam kehidupan masyarakat bukanlah semata-mata disebabkan oleh
adanya penyimpangan perilaku atau masalah kepribadian (masalah
personal/ individual), melainkan juga akibat masalah struktural, kebijakan
yang keliru, tidak konsistennya implementasi kebijakan dan partisipasi
serta kesadaran masyarakat yang kurang. Pendidikan, dimanapun ia berdiri
tak bisa dilepaskan dari arah perubahan sosial dan perkembangan ekonomi
politik. Pendidikan sesuatu yang sukar disangkal, merupakan sebuah
tindakan politik. George S. Count, ia mengungkapkan bahwasanya
kecenderungan pemahaman di Amerika Serikat masyarakatnya yang
dinamis tersebut tanggung jawab pokok pendidikan adalah menyiapkan
individu agar bisa menyesuaikan dan memposisikan diri dengan perubahan
sosial. Dalam arti kata pendidikan mestinya mampu mengkondisikan
sebagai pusat atau pabrik dalam menghasilkan output atau individu-
individu yang siap memenuhi tuntutan-tuntutan baru yang ada
dimasyarakat, baik tuntutan itu dalam bentuk ilmu pengetahuan, sistem
nilai, gaya hidup dan keterampilan hidup.
Bagaimana juga kita bisa menemukan pendidikan sejauh ini
diposisikan sebagai perangkat yang efektif untuk menyebar luaskan
ideologi tertentu dan mempersiapkan masyarakat disebuah pendidikan
dalam suatu negara agar bisa hidup sesuai dengan tuntutan ideologi
tersebut. Merujuk pada teori hegemoni, kita melihat penguasa tak lagi
cukup jika hanya menggunakan kekuasaan politik agar yang dikuasai
mematuhi pihak yang berkuasa. Maka mereka harus merasa mempunyai
nilai-nilai serta norma pihak penguasa. Alat yang paling efektif yang bisa
memindahkannya adalah pendidikan. Disisi ini kita bisa melihat enguas
mempunyai nilai serta norma tentang relasi laki-laki dan perempuan sesuai
dengan cara pandangnya. Disinilah sisi positifnya bahwasanya pendidikan
menjadi alat yang paling efektif untuk melanggengkan struktur yano
timpang antara laki-laki dan perempuan dalam segala bidang.
Bagaimana mengatasi penindasan serta kemiskinan dan masalah
sosial lainnya serta bagaimana strategi yang akan digunakan dalam proses
perubahan. Tergantung ideologi apa yang dipakai. Akan tetapi, yang
terpenting adalah bagaimana masyarakat dapat melakukan perubahan
sosial lewat aksi kolektif, pengembangan masyarakat (community
development), serta melakukan aksi bersama dalam wujud gerakan sosial
(social movement) sampai pada aksi revolusi (revolution), sehingga
masyarakat mampu keluar dari permasalahan sosial yang menghimpit
mereka.
Dalam hal ini ada beberapa ideologi pendidikan yang merupakan
unsur-unsur dalam melakukan sebuah perubahan sosial antara lain:
1. Paradigma Pendidikan konservatif
Unsur-unsur yang ada dalam pardigma konservatif antara lain:
dasar filosofis, perubahan sosial atau perencanaan, hukum alam,
konsekuensi, pengembangan sikap, konsep hidup dan sekolah.
Dasar filosofis dalam hal ini berkaitan bahwa dalam pandangan
konservatif hukum alam manusia memiliki kedudukan yang tidak
a.sederajat, kehidupan manusia merupakan takdir Tuhan.
b. Perubahan sosial atau perencanaan dalam hal ini perubanan
sosial dan perencanaan tidak bisa direncanakan, perubanan
membuat orang menjadi sengsara dan rakyat tidak memilki
kekuatan dan kekuasaan.
Hukum alam dalam hal ini nasib manusia dan atau masyaraka
c.sudah ditentukan oleh Tuhan.
d. Konsekuensi manusia sebagai subjek bertindak sesuai denga
nasibnya ada masyarakat yang miskin, kaya, buta huruf dan pintar
Pengembangan sikap, orang harus mau menerima nasibnya
dengan pasrah, orang hidup dapat menciptakan harmoni (Tuhan,
alam, dan Manusia).
Konsep hidup manusia harus dapat menerima konsep hidup dan
manusia cenderung hidup fatalistik.
Sekolah lembaga sekolah dibentuk untuk memahami ajaran
Tuhan tentang ketidalk-adilan dan ke tidak sederajatan serta
manusia harus mau belajar dan mampu berusaha keras untuk
mencapai kebahagian dan kebebasannya. Namun dalam
perjalanannya, paradigma konservatif lebih cenderung
menyalahkan subjeknya. Mereka yang miskin, buta huruf, kaum
tertindas dan mereka yang dipenjara karena salah mereka sendiri.
Karena banyak orang lain yang ternyata bisa bekerja keras dan
berhasil meraih sesuatu. Banyak orang pergi ke sekolah dan
belajar untuk berperilaku baik dan oleh karenanya tidak
dipenjara.
.
Komentar
Posting Komentar